Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-06 05:06:01【Resep Pembaca】479 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(619)
Artikel Terkait
- Ekonomi TW
- SPPG Mabes Polri di Rejang Lebong Bengkulu jamin keamanan pangan MBG
- Bulan Sabit Merah sebut 29 staf di Gaza tewas sejak agresi Israel
- BPKN wajibkan pelaku usaha patuhi regulasi keamanan pangan
- Kenapa lobster air tawar mudah mati? Ini penyebab dan pencegahannya
- BPBD DKI sudah bersiap hadapi potensi terjadinya banjir rob
- Kementerian HAM pastikan pemulihan korban ledakan di SMAN 72 Jakarta
- BGN izinkan kembali operasional SPPG Sungai Lakam
- Dokter ingatkan konsumen untuk periksa label produk perawatan kulit
- Komnas HAM pantau masalah MBG, ingatkan pangan
Resep Populer
Rekomendasi

Pohon depan Mal Slipi Jaya tumbang akibat dihantam truk molen

Rekomendasi tanaman hias daun lebar yang bikin rumah lebih hidup

Akademisi: Pendatang di Yogyakarta alami tiga fase adaptasi budaya

SD Negeri OO3 Penajam ajarkan kemandirian lewat program MBG

Kemensos rehabilitasi korban ledakan di masjid SMA 72 Jakarta

PBB dan mitranya tingkatkan respons pascagempa di Afghanistan

Mewujudkan ekonomi berkeadilan tanpa tambang

PBB tingkatkan dukungan bagi pengungsi di Darfur Utara, Sudan